Usaha Kuliner “Nasi Balap Puyung RM. Rinjani”

DAFTAR ISI

Halaman Judul          ………………………………………………………………………………………1

Kata Pengantar         ………………………………………………………………………………………2

Daftar Isi                    ………………………………………………………………………………………3

Isi Makalah :

BAB I             PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang            ……………………………………………………………………………4
  2. Strategi Pengolahan    ……………………………………………………………………………5
  3. Strategi Pemasaran      ……………………………………………………………………………6
  4. Permasalahan yang Dihadapi  …………………………………………………………………

BAB II            PEMECAHAN MASALAH

  1. Alternatif Pemecahan Masalah           ………………………………………………………7
  2. Strategi Pengembangan          …………………………………………………………………8
  3. Hal Penting yang Dapat Dipetik         ………………………………………………………10

BAB III          PENUTUP

  1. Kesimpulan     ………………………………………………………………………………………12
  2. Saran               ………………………………………………………………………………………12

Referensi                    ………………………………………………………………………………………13

Lampiran :

  1. Contoh Menu yang Ditawarkan di Usaha Nasi Balap Puyung RM Rinjani   …14
  2. Suasana Lokasi Usaha Nasi Balap Puyung RM Rinjani         ………………………15
  3. Biodata Wirausahawan           …………………………………………………………………16

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang

Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa kewirausahaan merupakan istilah yang merujuk pada proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan berwirausaha terjadi karena adanya keberanian dalam mengambil resiko yang disebabkan oleh adanya peluang dan cara yang lebih baik dalam menjalankannya.

Inilah yang mendasari Ibu Baiq Sri Septina H. bersama kedua rekannya mengembangkan suatu usaha kuliner, yaitu usaha Nasi Balap Puyung. Berawal dari latar keluarga yang berasal dari desa Puyung dan kesuksesan usaha yang serupa yang ada di salah satu wilayah di kota Mataram, serta keluarga yang cukup ahli didalam proses pembuatan nasi puyung, Ibu Tina berinisiatif untuk membuka usaha sejenis. Pertama, Ibu Tina bersama kedua rekannya melakukan survey lokasi untuk menentukan lokasi yang cocok untuk membuka usaha ini. Setelah dirasa cukup cocok, akhirnya mereka memilih lokasi yang ada di sekitar bandara Selaparang, tepatnya di Jalan Adi Sucipto, Ruko Griya Pesona Rinjani. Lokasi ini dipilih dengan bebagai pertimbangan, salah satunya karena di daerah ini terdapat beberapa komplek perumahan, seperti Griya Pesona Rinjani, Griya Ellen Indah, Taman Puri Angkasa, Graha Adi Sucipto Indah, dll. Selain itu, pertimbangan lain karena jarak yang relatif dekat dari bandara Selaparang (200 meter) ke lokasi usaha, belum adanya usaha sejenis (Nasi) yang ada di komplek ruko tersebut, dan adanya usaha kuliner yang mampu menarik cukup banyak pelanggan ke ruko tersebut, yaitu usaha Bakso Haji Anang.

Akhirnya pada bulan Maret 2010, dengan modal awal sejumlah Rp 75.000.000,- Ibu Tina bersama rekannya membuka Usaha Nasi Balap Puyung dengan rincian modal Rp 50.000.000,- untuk sewa ruko dan Rp 25.000.000,- untuk peralatan rumah makan sepeti meja, kursi, almari, kulkas, dan perabotan dapur lainnya. Kemudian, hingga saat ini usaha nasi balap Puyung ini memiliki karyawan sebanyak 10 orang, yakni 7 orang di bagian pengolahan dan penyajian, dan 3 orang lainnya di bagian pemesanan bahan baku (order) bahan baku dan pengawasan. Dengan adanya kerjasama yang kooperatif antara Ibu Tina dan kedua rekannya, akhirnya usaha ini berjalan semakin baik dengan grafik angka penjualan yang terus mengalami peningkatan sejak awal dibukanya usaha ini.

  1. B.       Strategi Pengolahan

Adapun strategi pengolahan yang digunakan dalam menjalankan usaha ini yaitu sebagai berikut :

1)      Manajemen

Usaha ini didirikian oleh 3 orang yakni Ibu Tina, bersama 2 rekan lainnya yang masing-masing berprofesi sebagai dokter dan kontraktor. Sedangkan ibu Tina sendiri adalah dosen Farmasi pada Jurusan DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram. Mengingat ketiganya berasal dari latar profesi yang berbeda dengan tingkat kesibukan yang berbeda, akhirnya kedua rekan lainnya memberi kepercayaan kepada Ibu Tina untuk mengelolah usaha ini. Dengan pertimbangan bahwa Ibu Tina memiliki usaha Apotek yang fokusnya tidak berbeda jauh dari usaha ini, yakni Obat dengan Makanan. Kepercayaan diantara ketiganya adalah salah satu prinsip yang membuat usaha ini “langgeng” hingga saat ini.

2)      Pemesanan Bahan

Cara pemesanan bahan untuk usaha ini yaitu secara cash (tunai) dan pembayaran dengan cicilan. Bahan-bahan yang dipesan berasal dari satu tempat yang sama. Misalnya untuk ayam, telah ditetapkan satu produsen ayam kampung yang sudah terpercaya.

3)      Menjaga Cita Rasa Produk

Selalu menjaga cita rasa dari produk merupakan hal yang tidak kalah penting dalam menjalankan usaha kuliner. Karena hal ini bisa menjaga kepercayaan pelanggan untuk selalu datang ke tempat ini. Citarasa di tempat ini juga berbeda dengan di tempat lain, hal ini merupakan salah satu strategi pengolahn yang tidak kalah pentingnya.

4)      Pengemasan

Kekhasan dari nasi balap puyung tidak hanya terletak pada rasanya yang pedas, tetapi juga pada aroma makanan yang berasal dari daun pisang yang digunakan dalam pengemasannya.

  1. C.      Strategi Pemasaran

Adapun beberapa strategi pemasaran yang ditempuh untuk menunjang penjualan dalam Usaha Nasi Balap Puyung Rumah Makan Rinjani ini, yaitu sebagai berikut :

1)      Iklan Radio

Pada bulan Ramadhan tahun lalu, Ibu Tina mempromosikan usaha Nasi Balap Puyungnya melalui RRI. Iklan merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mempromosikan produk. Iklan melalui radio dianggap sangat efektif karena biasanya pada bulan Ramadhan, kita sering mendengarkan radio sambil menunggu waktu berbuka puasa atau pada saat menanti waktu imsak tiba. Sehingga pendengar akan tergerak untuk mencoba nasi balap puyung sebagai menu untuk sahur atau berbuka puasa.

2)      Kartu Nama

Setiap pembeli yang datang ke rumah makan Rinjani diberikan kartu nama dengan tujuan agar ketika pembeli ingin memesan salah satu varian yang ada, maka pembeli dapat langsung menghubungi nomor dan alamat tersebut.

3)      Sosialisasi Melalui Akun Jejaring Sosial

Seiring dengan semakin maraknya penggunaan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, berbagai jenis usaha telah mensosialisasikan produk barang dan jasa mereka melalui akun-akun tersebut. Tidak terkecuali bagi usaha nasi balap Puyung, usaha ini juga memiliki akun Facebook untuk menunjang promosi usaha mereka, yaitu di Nasi Balap Puyung RM Rinjani.

4)      Harga Produk yang “Merakyat”

Salah satu strategi yang paling penting dalam menjalankan sebuah usaha adalah harga produk. Karena pembeli akan tertarik dengan harga yang relatif wajar untuk usaha sejenis. Artinya, harga yang “merakyat” yang mampu dijangkau dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan menengah keatas dan menengah kebawah dapat menjangkaunya. Dengan kisaran harga mulai dari Rp 7.000-14.000,- dirasa cukup wajar untuk ukuran “kantong” dari berbagai kalangan.

  1. D.      Permasalahan yang Dihadapi

Usaha yang dijalankan tidak selamanya mulus, aman, dan lancar-lancar saja. Namun, suatu usaha pasti memiliki kendala, baik di dalam proses pengolahan, promosi, maupun distribusi atau pemasarannya. Tidak terkecuali usaha yang dijalankan oleh Ibu Tina, beliau menganggap bahwa ketika suatu persoalan atau permasalahan datang, maka itu diaanggap sebagai ujian yang harus diselesaikan dan diatasi. Adapun permasalahan yang dihadapi dalam usaha ini yaitu :

1)      Kehabisan stok bahan baku utama

Bahan baku utama dari nasi balap puyung adalah ayam kampungnya. Ketika mengalami kehabisan stok untuk ayam kampung, Ibu Tina kewalahan untuk memesan ayam kampung agar segera dapat diolah. Terkadang proses pemesanan ayam kampung mengalami keterlambatan, sementara pembeli terus berdatangan.

2)      Harga bahan baku yang menanjak pada periode tertentu

Pada saat-saat tertentu misalnya pada saat bulan Ramadhan dan tahun baru, harga bahan pokok mengalami kenaikan akibat permintaan yang semakin tinggi. Hal ini tidak pelak menyebabkan harga ayam, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan sebagainya mengalami kenaikan.  Hal inilah yang menjadi permasalahan bagi usaha nasi balap puyung, karena naiknya harga bahan pokok tidak mungkin dibarengi oleh kenaikan harga nasi balap Puyung itu sendiri.

BAB II

PEMECAHAN MASALAH

  1. A.      Alternatif Pemecahan Masalah

Dari permasalahan yang tekah dikemukakan sebelumnya, adapun alternatif untuk pemecahan masalahnya yakni sebagai berikut :

1)      Kehabisan stok bahan baku utama

Kehabisan bahan baku utama sering dialami oleh usaha nasi balap Puyung. Hal ini disebabkan oleh jumlah permintaan yang fluktuatif pada hari-hari yang berbeda. Kadang-kadang jumlah ayam yang disediakan untuk hari ini tidak habis digunakan, terkadang juga ayam yang diperkirakan jumlahnya akan habis pada esok hari bahkan tidak mencukupi. Kondisi ini pun tidak dibarengi dengan jumlah konsumen yang semakin meningkat. Kondisi inilah yang menjadi permasalahan dalam usaha ini. Bagaimana Ibu Tina memproyeksikan jumlah ayam yang dibutuhkan sesuai dari hari ke hari.

Salah satu solusi dari permasalahan ini adalah pengalaman dan jaminan stok dari distibutor ayam kampung. Pada hari-hari tertentu, misalnya pada akhir pekan biasanya mengalami peningkatan permintaan. Selain itu juga pada hari aktif, mulai senin hingga jum’at juga biasanya instansi-instansi memesan nasi kotak untuk keperluan rapat. Usaha yang telah 2 tahun berjalan dan akan memasuki tahun yang ketiga tentunya sudah memiliki berbagai macam pengalaman, salah satunya mengenai permintaan konsumen yang fkuktuatif, tiba-tiba meningkat pada hari tertentu. Hal ini dapat dilihat ketika hari sedang hujan, berarti permintaan tidak seperti pada saat cerah, even-even tertentu misalnya pada hari Raya, orang-orang akan fokus lebih banyak berkegiatan di dalam rumah. Pengalaman-pengalaman inilah yang dipandang sangat diperlukan bagi suatu usaha yang bergerak di bidang kuliner agar produknya selalu habis terjual.

Solusi lainnya adalah jaminan dari distributor ayam kampung, bahwa sang penyalur selalu siap setiap saat ketika usaha nasi balap Puyung ini kehabisan stok ayam.

2)      Harga bahan baku yang menanjak pada periode tertentu

Saat-saat menjelang bulan Ramadhan biasanya harga bahan pokok mengalami peningkatan yang fantastis. Diutarakan oleh Ibu Tina, seperti pada bulan Ramadhan tahun lalu, harga cabai mencapai level tertinggi Rp 120.000,- per kilogram. Mengingat cabai merupakan bahan yang tidak kalah pentingnya dalam pembuatan nasi puyung, maka alternatif penyelesaiannya yakni dengan menerapkan keuntungan sekecil-kecilnya. Keuntungan tidak menjadi orientasi utama  saat-saat seperti ini, tetapi bagaimana cara menjaga kredibilitas usaha di mata konsumen/pelanggan bahwa kepuasan konsumen tetap menjadi orientasi utama dalam usaha ini.

  1. B.       Strategi Pengembangan

Adapun strategi pengembangan yang diterapkan oleh usaha ini adalah sebagai berikut :

1)      Varian yang berbeda

Untuk menjaga agar pembeli atau pelanggan tidak mengalami kejenuhan/kebosanan dengan varian nasi balap puyung, disediakan juga menu lainnya, yaitu nasi ayam. Sehingga pelanggan memiliki alternatif lain ketika bosan dengan menu nasi balap puyung. Adapun menu yang disediakan antara lain :

  • Nasi balap puyung sedap banget
  • Nasi balap puyung sedang gaul
  • Nasi balap puyung ekstra lauk
  • Nasi balap puyung + ayam kampung
  • Nasi balap puyung + sayur
  • Nasi ayam kampung
  • Nasi ayam kampung + ayam balap.

Selain itu, untuk ordering (pemesanan), tidak hanya menyediakan nasi kotak saja, melainkan jajan (snack) juga. Karena biasanya pelanggan/konsumen mencari tempat pesanan yang bisa mencover/menyediakan nasi kotak dan snack. Jadi, untuk menarik minat pemesan, usaha ini juga menerima pemesanan dengan jenis ini.

2)      Keorisinilan dan kehigienisan

Citarasa adalah senjata yang ampuh dalam menjalankan suatu usaha kuliner. Semenjak dibuka pada 2010, hingga saat ini usaha ini senantiasa menjaga keorisinilan citarasa yang ada. Rasa pedas dan citarasa ayam adalah ciri yang paling khas dari nasi puyung. Oleh karena itu, sebisa mungkin usaha Nasi Balap Puyung ini mempertahankan citarasa asli dari varian ini.

Kehigienisan juga tak kalah pentingnya dalam usaha kuliner. Jika biasanya sendok atau garpu dibiarkan terbuka atau dibungkung dengan tissue saja, ada yang berbeda dengan rumah makan ini, sendok dan garpunya dibungkus dengan plastik untuk menjaga kehigienisannya.

3)      Tidak membatasi jumlah porsi

Jika biasanya suatu usaha kuliner membatasi jumlah porsi yang disediakan untuk setiap harinya, maka lain halnya dengan usaha ini. Dengan jam operasional setiap harinya mulai dari pukul 8.30 pagi hingga jam 12.00 malam dan dari jam 5.00 sore sampai 5.00 pagi untuk bulan Ramadhan lantas tidak membuat usaha ini membatasi produknya. Senantiasa menjaga kepuasan pelanggan adalah hal yang paling penting dalam bisnis ini.

5)      Menerima order (pemesanan)

Usaha ini tidak hanya berfokus pada penjualan di lokasi atau tempat usaha saja, tetapi juga menerima pesanan dengan jumlah bervariasi. Mulai dari 5 kotak hingga ratusan kotak. Acara-acara atau even besar biasanya membutuhkan nasi kotak, misalnya dari satu Instansi yang mengadakan rapat. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Ibu Tina untuk semakin eksis dalam mengembangkan usahanya.

  1. C.      Hal Penting yang Dapat Dipetik

Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari Usaha Nasi Balap Puyung ini, yaitu sebagai berikut :

1)      Kerjasama yang kooperatif diantara pemiliknya

Didirikan oleh 3 orang dari latar profesi yang berbeda lantas tidak membuat usaha ini terbengkalai. Adanya kepercayaan antara 3 pemiliknya lah yang membuat usaha ini tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Seprti yang diungkapkan Ibu Tina, mulai dari pengawasan hingga pembagian hasil usaha tidak pernah ada permasalahan atau perselisihan diantara ketiganya. Jika salah satunya sibuk, maka pemilik yang lainnya lah yang mengawasi jalannya usaha.

2)      Persaingan usaha yang sehat

Semakin menjamurnya usaha sejenis membuat Ibu Tina dan rekan-rekannya memeras otak agar dapat bertahan di tengah-tengah persaingan yang semakin memanas. Satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan tetap menjaga kualitas produk yang meliputi keorisinilan citarasa, kehigienisan yang dibarengi dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan.

3)      Tidak mutlak berorientasi pada keuntungan

Keuntungan bukanlah satu-satunya hal yang semata-mata menjadi fokus dalam menjalankan usaha. Menjaga kepercayaan konsumen adalah awal dari meraih keuntungan. Jika konsumen telah percaya maka dengan sendirinya lah keuntungan itu datang.

BAB III

PENUTUP

  1. A.  Kesimpulan

Berwirausaha adalah suatu kegiatan yang memerlukan ide kreatif dan cemerlang. Kegiatan berwirausaha juga butuh keberanian untuk mengambil resiko. Oleh karena itu, sebisa mungkin si Wirausahawan mengkombinasikan keberanian mengambil resiko dengan ide kreatif dan cemerlang sebelum membuka usaha. Karena pada masa seperti sekarang ini, keunikan dan ciri khas yang berbeda merupakan salah satu poin yang patut diperhatikan sebelum membuka usaha.

Dalam menjalankan usaha, tentunya akan datang berbagai permasalahan. Oleh karena itu, kesigapan dalam menyelesaikan permasalahan sangat dibutuhkan ketika menjalankan usaha. Permasalahan harus dihadapi dengan kepala dingin, yakinlah bahwa setiap permasalahan ada penyelesaiannya.

  1. B.  Saran

1)      Jangan mudah menyerah dan tetap berusaha

Sikap dan mental yang kuat sangat dibutuhkan ketika memutuskan untuk memulai suatu usaha. Sadar bahwa setiap masalah adalah penyelesaiannya adalah satu sikap positif yang akan membawa kita kepada kesuksesan. Ketika mengalami kerugian, jangan mudah menyerah dan “keep moving forward” serta yakinlah bahwa itu adalah salah satu langkah menuju kesuksesan.

2)      Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya

Pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi jalannya suatu usaha. Misalnya kita berasumsi bahwa pada hari Raya akan terdapat banyak order dari pelanggan, akan tetapi pada kenyataannya konsumen yang memesan sedikit. Hal inilah yang harus menjadi pelajaran bagi pelaku usaha untuk hati-hati ketika berhadapan dengan situasi yang sejenis.

REFERENSI

 

Bahasa Indonesia, Wikipedia. 2012. Kewirausahaan. http://id.wikipedia.org/wiki/ Kewirausahaan. Diakses tanggal 16 Januari 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s